Pemimpin Itu Pelayan Bangsa, Bukan Dewa atau Ikon
![]() |
Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye |
Jakarta – Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, mengungkapkan pandangannya terkait kepemimpinan yang ideal, merespons pernyataan inspiratif Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye.
Dalam unggahan status WhatsApp-nya, Minggu (9/03/2025), Bambang menyoroti pentingnya integritas dan tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap rakyat dan bangsanya.
"Presiden muda Senegal, Bassirou Diomaye Faye, berkata, ‘Saya tidak ingin foto-foto saya ada di kantor Anda karena saya bukanlah dewa atau ikon—saya adalah pelayan bangsa. Sebaliknya, pajanglah foto anak-anak Anda dan lihatlah foto-foto itu setiap kali Anda perlu mengambil keputusan. Dan jika godaan untuk mencuri muncul, perhatikan baik-baik foto keluarga Anda dan tanyakan pada diri sendiri apakah mereka pantas menjadi keluarga pencuri yang telah mengkhianati bangsa.’"
Bambang Sulistomo mengaku sangat salut dan setuju terkait pernyataan tersebut. Baginya, kepemimpinan bukanlah tentang pencitraan atau sekadar simbol kekuasaan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan kejujuran dan dedikasi penuh untuk rakyat.
Sebagai putra Bung Tomo—tokoh nasional yang dikenal dengan semangat juangnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia—Bambang menilai bahwa kepemimpinan yang baik harus dilandasi oleh nilai-nilai kejujuran, pengabdian, dan keteladanan. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh tergoda untuk menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi atau golongan, karena pada akhirnya, setiap keputusan yang diambil akan berpengaruh pada masa depan anak cucu bangsa.
Di akhir pesannya, Bambang Sulistomo turut menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam yang sedang menunaikan puasa Ramadan. 🇲🇨🇲🇨🇲🇨
Posting Komentar untuk "Pemimpin Itu Pelayan Bangsa, Bukan Dewa atau Ikon"